Revival adalah karya Roh Kudus yang membangkitkan kembali hati yang telah dingin, menghidupkan iman yang mulai redup, dan membawa umat Tuhan kembali kepada kasih yang mula-mula. Ketika revival terjadi, ada rasa haus yang mendalam akan hadirat Tuhan, kerinduan untuk hidup benar, dan kesadaran akan dosa yang membawa kepada pertobatan sejati.
Namun, revival yang sejati tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu berakar pada satu pusat yang tidak tergantikan, yaitu karya salib Kristus. Salib bukan hanya simbol kekristenan, melainkan inti dari seluruh rencana keselamatan Allah bagi manusia. Di kayu salib, Yesus Kristus menyerahkan diri-Nya sebagai korban yang sempurna. Ia menanggung dosa manusia, menggantikan posisi kita yang seharusnya menerima hukuman, dan melalui pengorbanan-Nya, manusia diperdamaikan kembali dengan Allah.
Dalam Roma 5:9 memberikan pengertian yang baik bahwa kita yang sebenarnya harus menerima hukuman karena dosa, namun karena darah Kristus Yesus kita dibenarkan dan diselamatkan. Kita dibenarkan bukan karena kita benar, tetapi kita dinyatakan benar karena darah Kristus Yesus.
Darah Kristus adalah dasar pembenaran itu. Ketika Yesus mati di kayu salib, Ia tidak hanya menanggung dosa, tetapi juga menukar posisi kita. Ia mengambil tempat kita, supaya kita mendapatkan bagian didalam-Nya. Inilah kasih yang tidak dapat diukur oleh akal manusia.
Roma 5:9 juga menyatakan bahwa melalui darah Yesus Kristus kita diselamatkan dari murka Allah. Ini menunjukkan bahwa darah Kristus bukan hanya menghapus masa lalu kita, tetapi juga menjamin masa depan kita. Ada kepastian keselamatan bagi mereka yang hidup dalam Kristus. Dalam konteks revival, hal ini sangat penting, karena kebangunan rohani bukan hanya tentang mengalami Tuhan sesaat, tetapi hidup dalam jaminan keselamatan Allah yang berlaku terus-menerus.
Oleh sebab itu dalam kehidupan ini sebagai orang percaya perlu untuk kita pahami bahwa melalui darah Kristus, kita telah di selamatkan dari murka Allah, karena itu hidup kita yang lama harus ditinggalkan dan mengambil komitmen untuk menggunakan kehidupan yang baru di dalam Kristus. Sebab melalui darah Kristus kita mendapatkan keberanian untuk tidak lagi hidup dalam ketakutan, karena hukuman telah ditanggung oleh Kristus. Tetapi hidup dalam keberanian karena kuasa darah Kristus Yesus Tuhan kita.